1. Gain clone (LM3886), TDA7294
TDA7294 sudah menggunakan sepasang mosfet sebagai finalnya, sedangkan LM3886 masih menggunakan transistor biasa.
Pengetesan...
TDA7294 supply 32V ct 5A
output
sebesar 150W rms, ini melebihi spesifikasi di datasheetnya. Untuk
LM3886 dayanya jauh di bawah TDA, jujur apa adanya seperti di
datasheetnya, 50Watt-an, atau mungkin kurang.
Amplifier
ini low noise dan low gain sehingga haus sinyal input. Sinyal input
harus diperkuat dengan rangkaian super tone control, kalau tidak begini
nada bass pas-pasan.
Catu daya yang optimal untuk gainclone adalah 22-25v ct, lebih atau
kurang dari ini power kurang maxi, power malah turun. Yang perlu diingat
adalah bodi case terhubung ke jalur supply negatif, jadi jangan lupa
untuk memasang isolatornya.
Rasanya TDA dan LM ini hanya bisa mendrive speaker sampai 12" saja, untuk speaker 15" karakter woofernya susah keluar.
Dan percaya atau tidak LM ini memang berdaya 50Watt-an, tetapi 50Watt
ini terbagi dalam beberapa daerah frekuensi, dan daerah bass hanya dapat
menyalurkan sekitar 4 Watt saja, sisanya ada di mid dan treble, pantas
saja nada bassnya masih pecah.
Karakter: TDA7294 fullrange (bas, mid, treble). LM3886 mid, treble
2. OCL (150 Watt)
Rangkaian ini cukup populer. Mereka bilang transistor 2N3055 model
jengkol bersuara kasar. Kalau melihat datasheetnya dan membandingkannya
dengan MJ2955 mungkin ya. Tetapi hasil tes justru bagus. Suara treble
halus, medium jernih, kenceng, bass lumayan. Saya tes dihalaman yang
luas pakai ACR C1230, suara bagus, nada bas memang kurang,
kekurangan ini ada di speaker bukan di power. Speaker ganti dengan
black magic dan sedikit modifikasi pada boknya nada bassnya baru keluar. Sampai saat ini saya belum menemukan
power amplifier rakitan yang lebih bagus dari amplifier ini.
Rangkaian paling sederhana dan harga murah meriah. Daya output bisa
disesuaikan dengan nilai supply-nya, kecil sekitar 70 Watt dengan supply
32V ct pada 8 ohm (satu speaker) dan bisa 150W pada 4 ohm (2 speaker).
PA ini digeber panas sampai solderan meleleh dan kabel lepas. Pasang
lagi kabel, ok lagi. Ini kelebihan PA OCL transistor model jengkol. PA
ini optimal untuk men-drive speaker 12". Untuk speaker lebih dari 12",
bisa kita modif dengan supply lebih dari 32 volt.
Setelah dimodif, resonasi bassnya cocok dan cukup aktif beda dengan
amplifier lain. Dengan supply 42Vct, power pada daerah bassnya baru
terhitung 50Watt-an, ini sudah cukup membuat badan merinding dan jantung
berdebar, dan itu saya tes belum menggunakan pre-amplifier.
Silakan coba dan rasakan getaran woofernya dengan speaker 15" yang
ber-woofer! Bagi pemakai blazer dll akan berpikir untuk kembali ke OCL
ini. :)
Karakter: Fullrange (sub/woofer, mid, treble)
3. Kelas A, mosfet, cresscendo, axl, dan sejenisnya
Beberapa rangkaian ini sudah pernah saya rakit, hasilnya kurang
memuaskan. Cocoknya untuk lapangan. Untuk ruangan sungguh sayang
listrik. Setingan panas, daya mungkin kurang dari OCL. Amplifier ribet
dan
transistor mosfet
mahal ini tidak saya sukai karena tidak jauh beda dengan amplifier
rata-rata. Gain bass kecil mirip power amplifier IC. Maksud PA ini yang
diunggulkan adalah di nada treble yang bening pada
level volume tinggi (ini kalau bisa nyetingnya). Saya rasa amplifier yang lain juga bening asal jangan dipaksakan.
Karakter: fullrange
4. STK
Menurut percobaan teman-teman hampir sama dengan OCL. Kelebihannya suara yang lebih
halus. Kualitas suara diserahkan ke merek IC ini (Sanyo), kita tinggal
memasang komponen luarnya saja. Sayangnya kualitas IC STK yang ada di
pasaran diragukan. Bodinya seperti terbuat dari bahan plastik biasa
bukan plastik karbon. Harganya sekitar 35 ribu. Toko yang lain malah
bilang sudah tidak dijual lagi termasuk pcb-nya, karena IC STK yang asli
harganya lebih dari 100 ribu. IC STK versi kecil dari sanyo, LA4440
Karakter: fullrange, LA4440 high gain
audio amplifier
5. Blazer
Sering dipakai organ tunggal, hampir semua menggunakan ini. Saya pernah
merakit 2 blok mono dengan satu trafo, hasil suara tanpa dengung, ok-ok
saja. Dengan penambahan kit master / giga bass output bisa mencapai 400
Watt. Jika output dibebankan ke lampu 63v450w lampu menyala putih. Saya
menggunakan trafo 10A/56V atau sekitar 600Watt-an. Karakteristik dari
amplifier ini ngebass tetapi kurang detail di mid & treble, ini
sifat dari transistor final yang dipasang secara common emitor (maksud
saya supply masuk ke kaki emitor, mohon koreksi), sehingga output jalur
speaker keluar dari kaki kolektor.
Amplifier ini adalah amplifier lapangan yang cocok untuk digeber. Kalau
merakit amplifier perhatikan juga keperluan & intensitas volumenya!
kalau volumenya kecil saja, sayang final transistor (sanken) berada pada
posisi antara kerja & kurang kerja, ini yang menyebabkan karakter
suara jadi kurang detail, heatsink adem. Untuk menambah kejernihannya
bisa seting bias arus idle sebesar 100-200mA tiap transistor final,
efeknya heatsink menjadi panas.
Dengan transistor 2 set cocoknya hanya kerja di 8 ohm saja (1 speaker/ch).
Amplifier ini haus sinyal input, kalau diberi sinyal yang besar, getaran woofernya cukup terasa.
Karakter: Subwoofer
6. Power amplifier 600W dengan IC LM741 (Varian: Gajah, Morales, dll),
Meniru elektor elrad 95 - ronica raksasa 300w dengan transistor 3
tingkat. Transistor final sering jebol karena kelebihan satu tingkat
transistor penguat (darlington). Banyak yang salah pengertian.
Sebenarnya rangkaian ini dimaksudkan untuk transistor final yang besar
ber-gain rendah dan dipasang dengan jumlah banyak (misal 5 pasang),
tetapi orang-orang malah memasangnya cuma 1 atau 2 pasang saja, jelas
transistor final sering mati. Dengan gain sebesar ini (darlington 3
tingkat) banyak yang mengaku hentakan bass paling kuat dan terasa,
tetapi konsekuensinya transistor bisa rusak. Biasanya transistor yang
kuat untuk ini adalah sanker C2922. Karakter suara dari amplifier ini
serak, output paling besar (secara teori & praktek) tetapi masih
kurang power di daerah bass. Rangkaian ada kemiripan dengan 300w
elektor 11/1995.
Karakter: fullrange, mid kasar
7. Leach Amplifier
Menurut pengalaman yang pernah rakit, tidak jauh beda dengan PA di atas,
transistor final sering mati padahal sudah komplit dengan fitur current
over-load-protect & overload high frek yang menjaga kesetabilan
frekuensi tinggi. Pola rangkaian ada kemiripan dengan Eti 300w. Sebagian
transistor tidak bekerja, hanya sebagai penjaga overload saja.
Transistor logam 2N susah didapat tetapi banyak yang menggantinya dengan
MJE340-350. Saya pernah rakit ok-ok saja, awet. Output lebih kecil dari
amplifier 741, tergantung supply & beban. Katanya sih bassnya lebih
pulen. Kata teman, bass yang pulen itu tidak pecah. Amplifier ini
lumayan mahal, mending pilih yang lain.
Ini amplifier yang paling haus sinyal input, jangan heran kalau suara
outputnya kecil. Amplifier ini harus diimbangi dengan pre-amp/mixer
bergain tinggi baru bisa mengeluarkan power 200Wmax.
Dipasang dengan lampu clip detektor-nya, baru keluar daya 40-50Watt-an saja lampu clip sudah menyala.
Karakter: amplifier bersuara imut???
8. Open air
Menurut teman-teman, amplifier ini bersuara mid, kurang cocok untuk low.
komponen pada papan rangkaian lebih sederhana dengan jumlah transistor
lebih sedikit. Banyak toko amplifier di pasar cikapundung Bandung
menggunakan kit ini. Menurut saya transistor final yang cocok untuk
mendapatkan daya besar pada amplifier sederhana ini adalah mosfet.
Karakter: mid
9. Apex
Rangkaian ngarang, tapi banyak yang memuji kalau suaranya bagus.
Sepasang transistor kecil berfungsi sebagai penguat sinyal/tegangan
sedangkan yang lain berfungsi sebagai penguat arus. NsL 32 adalah led,
sedangkan yang sampingnya adalah LDR, rangkaian ini berfungsi sebagai
pembatas sinyal output. Output 500W/8Ohm dengan supply 65Vac, tetapi
dengan adanya LDR ini sinyal di batas di 300W/8Ohm, tandanya led NSL
menyala. Jalur PCBnya memisahkan antara ground ct dengan ground signal
sehingga hasil tanpa dengung.
Karakter : mid
10. Matrix 1.4
Saya senang & menghargai amplifier ini. Project open source.
Amplifier berpenguatan tinggi seperti amplifier kecil tetapi diterapkan
sebagai amplifier besar. Kelebihannya sinyal menjadi agresif,
menghentak, kencang. Gain bas dan power watt sama seperti amplifier
biasa.
Amplifier ini lebih mengedepankan keagresifan dan kualitas sinyal yang berusaha menyamai kelas A.
Salah satu sisi negatifnya, amplifier ini cukup pemalu kalau berdekatan dengan transformator.
Karakter: fullrange dengan gain yang sangat tinggi
Dari sekian banyak amplifier rakitan, baru Leach Amp & Apex yang menyertakan layout PCB dengan routing topologi paling baik.
Semuanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Saya rasa SEMUANYA bagus
jika kita mengerti/setuju dengan kelebihan dan kekurangannya. Dengan
mengetahui kelebihan dan kekurangannya, perasaan kita menjadi baik
sehingga kita tidak mudah putus asa seperti langsung mengecap jelek PA
tetentu padahal masalahnya belum tentu dari amplifiernya. Biasanya
cocok-cocokan, misal kit power ini cocoknya digabung dengan kit yang
itu. Jika memakai kit power saja tanpa tambahan kit pendukung yang lain
hasilnya kurang maksimal.
Sebaiknya kita jangan terlalu berharap daya besar. Power IC LA4440 20
Watt saja bisa sekenceng power OCL, cuma beda di nada bassnya yang tidak
bisa panjang. IC AN7145 berdaya kurang dari 15 watt sanggup
menggetarkan kaca dengah satu speaker woofer 6".
Beberapa penjual di toko merancang amplifier dengan rancangan gaya
masing-masing dan mengecap amplifier rakitannya lebih baik (nada jernih
& bass solid) dari amplifier yang lain. Mereka juga bilang "kami
spesialis amplifier, sudah lama dan berpengalaman"
Pernyataan di paragraf ini jangan dipercaya!!! Jangan langsung percaya
sama orang yang belum dikenal!!! Penjual memang biasa seperti itu
Bagi yang punya OCL puaslah dengan OCLnya, begitu juga APEX, BLAZER
dll... Hal lain yang lebih penting adalah design box speaker, mixer,
& pengalaman/pengetahuan operator sound.
Semoga berhasil!